Wednesday, July 31, 2013

Potensi Big Data Bagi Dunia Usaha

Saat ini, keberadaan data telah menjadi unsur yang sangat menentukan dalam dunia bisnis. Pertumbuhan data yang begitu cepat benar-benar mencengangkan. Menurut Eric Schmidt, CEO Google, data yang terbentuk di seluruh dunia telah mencapai 5 exabytes per 2 hari. Jumlah data ini secara kasarnya sama dengan jumlah seluruh data yang terbentuk semenjak munculnya peradaban hingga tahun 2003.
Berdasarkan hasil survey Economist Intelligence Unit pada tahun 2011 ("BigData: harnessing a game-changing asset" ), hampir setengah dari respondennya yang notabene adalah para CEO perusahaan-perusahaan terkemuka mengatakan bahwa data telah menjadi faktor yang sangat penting dalam bisnis mereka. Kemudian 10 persen dari mereka juga mengakui bahwa data telah benar-benar mengubah cara kerja perusahaannya.Namun demikian, ditemukan pula bahwa banyak perusahaan yang masih berjuang keras dalam menangani aspek-aspek dasar dalam manajemen data dan bagaimana cara mengeksploitasi data secara efektif. Berangkat dari sini, yang akan menjadi langkah selanjutnya dalam memasuki era big data adalah bagaimana perusahaan dapat menemukan cara untuk mengekstrak nilai dari data yang mereka dapatkan.

Kemudian, selama semester pertama 2012, Economist Intelligence Unit telah mencoba menggali dan melihat lebih dalam tentang isu tersebut. Pada surveinya yang disponsori oleh SAS, terdapat 752 eksekutif senior dari berbagai sektor bisnis dan negara berbagi pendapat dan pandangan mereka seputar dunia data. Secara paralel, EIU juga melakukan interview terhadap 17 eksekutif, konsultan, dan spesialis yang dikenal sebagai pionir dalam dunia pengolahan data. Secara garis besar, hasil surveinya adalah sebagai berikut:
1.Hubungan yang sangat erat antara performa finansial dan pemanfaatan big data.
2.Fokus pada prioritas bisnis adalah kunci sukses dalam eksploitasi data
3.Talenta bernilai sebanding dengan Teknologi
4.Teknologi Social Media dan web-tracking dapat merubah cara dalam mengumpulkan data konsumen.

Kutipan dari: Economist Intelligence Unit, "Big Data: Lesson From the Leaders", 2012.

No comments: